Selasa, 17 Januari 2017

DFD & ERD



SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

“DFD&ERD”



Kelas : 3DB04
Nama : Muhammad Lafasha Alfarisi
Npm   : 37114396

Prog. Diploma Tiga Teknologi Informasi
D3-Manajemen Informatika
Universitas Gunadarma
Depok
2016/2017




1.                  Pengertian Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram (DFD) sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya lewat telepon, surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya flashdisk, harddisk, disket, tape, pita magnetik dan lain-lain). Data Flow Diagram (DFD) merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur (structured analysis and design). Data Flow Diagram (DFD) sendiri dibagi menjadi beberapa tingkatan level yaitu :
·         Data Flow Diagram (DFD) Level 0 atau sering disebut Context Diagram (CD) merupakan level tertinggi dari suatu Data Flow Diagram (DFD).
·         Data Flow Diagram (DFD) Level 1 merupakan hasil dekomposisi dari Data Flow Diagram (DFD) Level 0.
·         Data Flow Diagram (DFD) Level 2 merupakan hasil dekomposisi dari proses-proses yang ada di Data Flow Diagram (DFD) Level 1.
·         Dan seterusnya.
Di dalam satu level sebaiknya tidak terdapat lebih dari 7 buah proses dan maksimal 9, bila lebih maka harus dilakukan dekomposisi. Dekomposisi merupakan sebuah cara untuk memecahkan proses menjadi beberapa proses yang lebih detil, sehingga menghasilkan detil yang lebih akurat untuk sistem yang akan dibuat nantinya. Perlu diketahui bahwa untuk setiap Data Flow Diagram (DFD) dari sebuah sistem memiliki jumlah tingkatan level yang berbeda-beda.
Komponen-komponen pada DFD
Ada terdapat 4 komponen dalam DFD, yaitu :
1. Terminator / Entitas Luar
Terminator mewakili entitas eksternal yang berkomunikasi dengan system yang sedang dikembangkan. Terdapat dua jenis terminator yaitu terminator sumber (source) dan terminator tujuan (sink). Terminator dapat berupa orang, organisasi, departemen didalam organisasi atau system lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari system.


2. Proses
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. Proses menggambarkan bagian dari system yang mentransformalkan input menjadi output. Proses diberi nama untuk menjelaskan proses atau kegiatan apa yang sedang atau akan dilaksanakan. Pemberian nama proses dilakukan dengan menggunakan kata kerja yang membutuhkan objek.


3. Data Store
Data Store digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data. Data store ini biasanya berkaitan dengan penyimpanan-penyimpanan, seperti file atau database yang berkaitan dengan penyimpanan secara komputerisasi, misalnya file disket, file hardisk, fita meagnetik. Data store juga berkaitan dengan penyimpanan secara manual seperti buku alamat, file folder dan agenda, yang digambarkan dengan dua garis sejajar.

  
4. Alur Data

Alur data yang menghubungkan data store dengan suatu proses mempunyai pengertian sebagai berikut :
a. Alur data yang berasal dari data store, berarti proses membutuhkan data yang berada pada data store tersebut
b. Alur data yang menuju ke data store, berarti suatu proses akan menghasilkan output atau keluaran yang disimpan pada data store tersebut.
c. Alur data yang berasal dan yang menuju ke data store berarti suatu proses akan mengupdate data, menghapus atau mengubah data.
Suatu alur data digambarkan dengan anak panah, yang menunjukan arah menuju ke dalam dan keluar dari suatu proses. Alur data ini digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau paket data / informasi dari satu bagian system ke bagian lainnya.                            


2.                  Contoh dari DFD


Dlur dari DFD diatas adalah :
Dari customer (pembeli) membeli barang secara pre order (PO) dan si pembeli tersebut sebelumnya sudah melakukan registrasi membuat akun(member) untuk toko online tersebut, kemudian masuk kedalam proses sebagai user, setelah di proses si pembeli tersebut akan mendapatkan email sebagai verifikasi bahwa barang yang dia pesan sedang dalam proses. didalam proses tersebut pihak toko online tidak hanya memberikan verifikasi terhadap si pembeli saja, namun dia juga memberikan laporan pada manager bahwa sudah terjadi transaksi antara toko online tersebut dengan si pembeli lengakap dengan tanggal pemesanan, alamat pemesan, barang yang dibeli, jumlah barang yang dibeli, jumlah uang yang harus dibayar dan lain-lain.

 
3.                  Pengertian ERD dan komponennya
ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol.     
     
Menurut salah satu para ahli, Brady dan Loonam (2010), Entity Relationship diagram (ERD) merupakan teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh System Analys dalam tahap analisis persyaratan proyek pengembangan system. Sementara seolah-olah teknik diagram atau alat peraga memberikan dasar untuk desain database relasional yang mendasari sistem informasi yang dikembangkan. ERD bersama-sama dengan detail pendukung merupakan model data yang pada gilirannya digunakan sebagai spesifikasi untuk database.
  Komponen penyusun ERD adalah sebagai berikut :
Entitas adalah objek dalam dunia nyata yang dapat dibedakan dengan objek lain, sebagai contoh mahasiswa,dosen,departemen. Entitias terdiri atas beberapa atribut sebagai contoh atribut dari entitas mahasiswa adalah nim,nama,alamat,email, dll. Atribut nim merupakan unik untuk mengidentifikasikan / membedakan mahasiswa yg satu dengan yg lainnya. Pada setiap entitas harus memiliki 1 atribut unik atau yang disebut dengan primary key.

       Atribut adalah Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips. 

Ada dua jenis Atribut :

  1) Identifier (key) digunakan untuk menentukan suatuentity  secara unik (primary key).

  2) Descriptor (nonkey attribute) digunakan untuk menspesifikasikan karakteristik dari suatu entity yang tidak unik.

         Relasi adalah hubungan antara beberapa entitas. sebagai contoh relasi antar mahaiswa dengan mata kuliah dimana setiap mahasiswa bisa mengambil beberapa mata kuliah dan setiap mata kuliah bisa diambil oleh lebih dari 1 mahasiswa. relasi tersebut memiliki hubungan banyak ke banyak. Berikut adalah contoh ERD.

Kardinalitas menyatakan jumlah himpunan relasi antar entitias. pemetaan kardiniliat terdiri dari :
·        1. one-to-one :sebuah entitas pada A berhubungan dengan entitas B paling banyak 1contoh diatas relasi pegawai dan departemen dimana setiap pegawai hanya bekerja pada 1 departemen
·        2. one-to-many : sebuah entitas pada A berhubungan dengan entitas B lebih dari satu contoh diatas adalah 1 depertemen memiliki banyak pegawai
·        3. many-to-many : sebuah entitas pada A berhubungan dengan entitas B lebih dari satu dan B berhubungan dengan A lebih dari satu jugan contoh diatas adalah relasi mahasiswa dengan mata kuliah.
Berikut adalah metode/tahap untuk membuat ERD :
  •          Menentukan Entitas
  •          Menentukan Relasi
  •          Menggambar ERD sementara
  •          Mengisi Kardinalitas
  •          Menentukan Kunci Utama
  •          Menggambar ERD berdasar Key
  •          Menentukan Atribut
  •          Memetakan Atribut
  •          Menggambar ERD dengan Atribut


4.                  Pengertian Kardinalitas pada ERD

Kardinalitas Entitas
Kardinalitas Entitas adalah penentuan berapa banyak relasi suatu entitas antara entitas satu dengan yang lainnya.
kardinalitas hanya didefinisikan 3 macam:
0 - tidak ada 
1 - satu
n - banyak
untuk menentukan banyaknya sesuai 3 macam di atas harus disesuaikan dengan aturan bisnis/organisasi/system yang ada atau biasa disebut SOP(Standart Operating Procedure)
Misalkan menentukan kardinalitas pada sistem penilaian belajar yang di dalamnya terdapat entitas siswa dan matapelajaran. Kita bisa menggunakan pertanyaan:
- bolehkah siswa mengambil pelajaran tertentu?
- matapelajaran manakah yang boleh di ambil atau tidak diambil?
- adakah kuota jumlah siswa pada mata pelajaran tertentu?
tentu pertanyaan diatas mempunyai jawaban yang berbeda-beda baik dimasing-masing sekolah maupun dimasing-masing universitas.

Kardinalitas Atribut
Kardinalitas pada atribut adalah representasi dari jumlah entitas dalam bentuk alur data(data flow)  yang didefinisikan melalui DFD(Data Flow Diagram).
Melalui kardinalitas dapat diketahui bahwa setiap atribut mempunyai minimum kardinalitas yaitu 0 atau 1 dan maksimum kardinalitas yaitu 1 atau banyak.
Minimum:
0   Atribut tersebut adalah optional, boleh ada boleh tidak
1  atribut tersebut harus ada (Not Null)
Maksimum:
1  atribut Normal
N  atribut tersebut melakukan pengulangan (repeating), sehingga proses normalisasi dapat segera dilakukan.                                                                                                               
 


5.                  Contoh Sederhana ERD
Contoh sederhana perancangan ERD Sistem Informasi Klinik di bawah ini :
ERD Sistem Informasi Klinik
ERD Sistem Informasi Klinik ini terdiri dari 5 entitas, yaitu: 
1. Entitas Pasien yang memiliki 4 atribut, yaitu Kd_Pasien, Nama, Alamat, Telp.
2. Entitas Informasi_Pemeriksaan yang memiliki 4 atribut, yaitu KD_Pemeriksaan, Kd_Pasien, Tgl_Periksa, Hasil Periksa.
3. Entitas Obat yang memiliki 2 atribut, yaitu Kd_Obat, Nama.
4. Entitas Resep_Obat yang memiliki 3 atribut, yaitu Kd_Resep, Kd_Pemeriksaan, Kd_Pasien.
5. Entitas Pembayaran yang memiliki 4 atribut, yaitu No_Transaksi, Kd_Pemeriksaan, Tgl, Biaya. 
Entitas Pasien memiliki 3 relasi, yaitu berelasi dengan Informasi_Pemeriksaan, Resep_Obat, dan Pembayaran. 

1. Pasien berelasi dengan Informasi_Pemeriksaan memiliki hubungan kardinalitas 1-N. Karena 1 Pasien bisa memiliki banyak Informasi_Pemeriksaan, sedangkan 1 Informasi_Pemeriksaan hanya untuk 1 Pasien.
2. Pasien berelasi dengan Resep_Obat memiliki hubungan kardinalitas 1-1. Karena 1 Pasien mendapatkan 1 Resep_Obat, dan 1 Resep_Obat hanya untuk 1 Pasien.
3. Pasien berelasi dengan Pembayaran memiliki hubungan kardinalitas 1-1. Karena 1 Pasien melakukan 1 Pembayaran, dan 1 Pembayaran hanya untuk 1 Pasien. 

Selain berelasi dengan Pasien, entitas Informasi_Pemeriksaan juga memiliki 2 relasi lain, yaitu berelasi dengan Resep_Obat dan Pembayaran. 

1. Informasi_Pemeriksaan berelasi dengan Resep_Obat memiliki hubungan kardinalitas 1-1. Karena 1 Informasi_Pemeriksaan mendapat 1 Resep_Obat, dan 1 Resep_Obat didapat dari 1 Informasi_Pemeriksaan.
2. Informasi_Pemeriksaan berelasi dengan Pembayaran memiliki hubungan kardinalitas 1-1. Karena 1 Informasi_Pemeriksaan melakukan 1 Pembayaran, dan 1 Pembayaran digunakan untuk 1 Informasi_Pemeriksaan. 

Entitas Resep_Obat juga berelasi dengan Obat dan memiliki hubungan kardinalitas N-M. Karena 1 Resep_Obat bisa terdiri dari banyak Obat, dan 1 jenis Obat dapat digunakan untuk banyak Resep_Obat. Karena kardinalitasnya N-M, maka muncul tabel baru, yaitu Item_Obat yang terdiri dari 2 atribut, Kd_Resep dan Kd_Obat. 

File yang di butuhkan yaitu: 

1. File pasien.
2. File Obat
3. File Pembayaran
4. File Informasi obat
5. File resep obat 
6. File Informasi pemeriksaan
7. File item obat.
Refrensi :
http://blog-arul.blogspot.co.id/2013/06/entity-relationship-diagram-atau-erd.html

Rabu, 18 November 2015

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - BAB 9 - KEAMANAN INFORMASI

Nama : Muhammad Lafasha Alfarisi
Kelas : 2 DB 04
Npm  : 37114396

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 1#

BAB - 9 


KEAMANAN INFORMASI
 Saat pemerintah dan kalangan industri menyadari kebutuhan untuk mengamankan sumber daya informasi mereka, perhatian nyaris terfokus secara eksklusif pada perlindungan peranti keras dan data, maka istilah keamanan sistem (system security) pun digunakan. Fokus sempit ini kemudian diperluas sehingga mencakup bukan hanya peranti keras dan data, namun juga peranti lunak, fasilitas computer, dan personel.
Keamanan informasi (information security) digunakan untuk mendeskripsikan perlindungan baik peralatan computer dan non komputer dan non kompter, fasilitas, data, dan informasi dari penyalahgunaan pihak-pihak yang tidak berwenang.

Manajemen Keamanan informasi
Aktivitas untuk menjaga agar sumber daya informasi tetap aman disebut manajemen keamanan informasi (information security management – ISM ), sedangkan aktivitas untuk menjaga agar perusahaan dan sumber daya informasinya tetap berfungsi setelah adanya bencana disebut manajemen keberlangsungan bisnis (bussiness continuity management – BCM).
Jabatan direktur keamanan sistem informasi perusahaan (coorporate information system security officer – CISSO) digunakan untuk individu di dalam organisasi, biasanya anggota dari unit sistem informasi yang bertanggung jawab atas keamanan sistem informasi perusahaan tersebut.

Tujuan Keamanan Informasi
Keamanan informasi ditujukan untuk mencapai tiga tujuan utama yaitu:
1.    Kerahasiaan
Perusahaan berusaha untuk melindungi data informasinya dari pengungkapan kepada orang-orang yang tidak berwenang.
2.    Ketersediaan
Tujuan infrastruktur informasi perusahaan  adalah  menyediakan data dan informasi sedia bagi pihak-pihak yang memiliki wewenang untuk menggunakannya.
3.    Integritas
Semua sistem informasi harus memberikan representasi akurat atas sistem fisik yang dipresentasikan.

Manajemen Keamanan Informasi
Manajemen tidak hanya diharapkan untuk menjaga sumber daya informasi aman, namn jga diharapkan untuk menjaga persahaan tersebut agar tetap berfungsi setelah suatu bencana atau jebolnya sistem keamanan.  Aktifitas untuk menjaga agar perusahaan dan sumber daya informasi tetap aman disebut Manajemen keamanan informasi.
CIO adalah orang yang tepat untuk memikul tanggung jawab atas keamanan informasi, namun kebanyakan organisasi mulai menunjuk orang tertentu yang dapat mencurahkan perhatian penuh terhadap aktivitas ini. Direktur keamanan sistem informasi perusahaan digunakan untuk individu di dalam organisasi, biasanya anggota dari unit sistem informasi, yang bertanggung jawab atas keamanan sistem informasi perusahaan tersebut. Namun saat ini perubahan sedang dibuat untuk mencapai tingkat informasi yang lebih tinggi lagi di dalam perusahaan dengan cara menunjuk seorang Direktur Assurance informasi perusahaan (CIAO). Seorang CIAO harus mendapatkan serangkaian sertifikat keamanan dan memiliki pengalaman minimum 10 tahun dalam mengelola suatu fasilitas keamanan informasi.
Pada bentuknya yang paling dasar, manajemen keamanan informasi terdiri atas empat tahap yaitu:
1.    Mengidentifikasi ancaman yang dapat menyerang sumber daya informasi perusahaan
2.    Mengidentifikasi risiko yang dapat disebabkan oleh ancaman-ancaman tersebut
3.    Menentukan kebijakan keamanan informasi
4.    Mengimplementasikan pengendalian untuk mengatasi risiko-risiko tersebut.

  Ancaman
 Ancaman Keamanan Informasi (Information Security Threat) merupakan orang, organisasi, mekanisme, atauperistiwa yang memiliki potensi untuk membahayakan sumber daya informasi perusahaan. Pada kenyataannya, ancaman dapat bersifat internal serta eksternal dan bersifat disengaja dan tidak disengaja.

Ancaman Internal dan Eksternal
 Ancaman internal bukan hanya mencakup karyawan perusahaan, tetapi juga pekerja temporer, konsultan, kontraktor, bahkan mitra bisnis perusahaan tersebut. Ancaman internal diperkirakan menghasilkan kerusakan yang secara potensi lebih serius jika dibandingkan denga ancaman eksternal, dikarenakan pengetahuan anccaman internal yang lebih mendalam akan sistem tersebut. Ancaman eksternal misalnya perusahaan lain yang memiliki produk yang sama dengan produk perusahaan atau disebut juga pesaing usaha.

Tindakan Kecelakaan dan disengaja
Tidak semua ancaman merupakan tindakan disengaja yang dilakukan dengan tujuan mencelakai. Beberapa merupakan kecelakaan yang disebabkan oelh orang-orang di dalam ataupun diluar perusahaan. sama halnya

Jenis- Jenis Ancaman:
Malicious software, atau malware terdiri atas program-program lengkap atau segmen-segmen kode yang dapat menyerang suatu system dan melakukan fungsi-fungsi yang tidak diharapkan oleh pemilik system. Fungsi-fungsi tersebut dapat menghapus file,atau menyebabkan sistem tersebut berhenti. Terdapat beberapa jensi peranti lunak yang berbahaya, yakni:
1.       Virus. Adalah program komputer yang dapat mereplikasi dirinya sendiri tanpa dapat diamati oleh si pengguna dan menempelkan salinan dirinya pada program-program dan boot sector lain
2.      Worm. Program yang tidak dapat mereplikasikan dirinya sendiri di dalam sistem, tetapi dapat menyebarkan salinannya melalui e-mail
3.       Trojan Horse. Program yang tidak dapat mereplikasi atau mendistribusikan dirinya sendiri, namun disebarkan sebagai perangkat
4.      Adware. Program yang memunculkan pesan-pesan iklan yang mengganggu
5.       Spyware. Program yang mengumpulkan data dari mesin pengguna

Risiko Keamanan Informasi
Didefinisikan sebagai potensi output yang tidak Diharapkan dari pelanggaran keamanan informasi oleh Ancaman keamanan informasi. Semua risiko mewakili tindakan yang tidak terotorisasi. Risiko-risiko seperti ini dibagi menjadi empat jenis yaitu:
-Interuption: ancaman terhadap availability, yaitu data dan informasi yang berada dalam system computer yang dirusak dan dibuang sehingga menjadi tidak ada atau menjadi tidak berguna.
-Interception: merupakan ancaman terhadap secrey, yaitu orang yang tidak berhak mendapatkan akses informasi dari dalam system computer.
-Modification: merupakan ancaman terhadap integritas, yaitu orang yang tidak berhak, tidak hanya berhasil mendapatkan akses, melainkan juga dapat melakukan pengubahan terhadap informasi.
-Fabrication: adanya orang yang tidak berwenang, meniru atau memalsukan suatu objek ke dalam system.

Pengendalian Teknis
Adalah pengendalian yang menjadi satu di dalam system dan dibuat oleh para penyususn system selama masa siklus penyusunan system.  Dilakukan melalui tiga tahap:
a.    Identifikasi Pengguna.
Memberikan informasi yang mereka ketahui seperti kata sandi dan nomor telepon.nomor telepon.
b.    Otentikasi Pengguna.
Pengguna memverivikasi hak akses dengan cara memberikan sesuatu yang mereka miliki, seperti chip identifikasi atau tanda tertentu.
c.    Otorisasi Pengguna.
Pengguna dapat mendapatkan wewenang untuk memasuki tingkat penggunaan tertentu.
Setelah pengguna memenuhi tiga tahap tersebut, mereka dapat menggunakan sumber daya informasi yang terdapat di dalam batasan file akses.

Sistem Deteksi Gangguan
Logika dasar dari sistem deteksi gangguan adalah mengenali upaya pelanggaran keamanan sebelum memiliki kesempatan untuk melakukan  perusakan.

Firewall
Suatu Filter yang membatasi aliran data antara titik-titik pada suatu jaringan-biasanya antara jaringan internal perusahaan dan Internet.
Berfungsi sebagai:     
a.    Penyaring aliran data
b.    Penghalang yang membatasi aliran data ke dan dari perusahaan tersebut dan internet.

Pengendalian Kriptografis
Data dan informasi yang tersimpan dan ditransmisikan dapat dilindungi dari pengungkapan yang tidak terotorisasi dengan kriptografi, yaitu penggunaan kode yang menggunakan proses-proses matematika. Data dan informasi tersebut dapat dienkripsi dalam penyimpanan dan juga ditransmisikan kedalam jaringan. Jika seseorang yang tidak memiliki otorisasi memperoleh akses enkripsi tersebut akan membuat data dan informasi yang dimaksud tidak berarti apa-apa dan mencegah kesalahan penggunaan.
Popularitas kriptografis semakin meningkat karena e-commerce, dan produk khusus ditujukan untuk meningkatkan keamanan e-commerce telah dirancang. Salah satunya adalah SET (Secure Electronic Transactions), yang ,melakukan pemeriksaan keamanan menggunakan tanda tangan digital. Tanda tangan ini dikeluarkan kepada orang-orang yang dapat berpartisispasi dalam transaksi e-commerce – pelanggan, penjual, dan institusi keuangan. Dua tanda tangan biasanya digunakan menggantikan nomor kartu kredit.

Pengendalian Fisik
Peringatan pertama terhadap gangguan yang tidak terotorisasi adalah mengunci pintu ruangan computer. Perkembangan seterusnya menghasilkan kunci-kunci yang lebih canggih yaitu dibuka dengan cetakan telapak tangan dan cetakan suara, serta kamera pengintai dan alat penjaga keamanan. Perusahaan dapat melaksanakan pengendalian fisik hingga pada tahap tertinggi dengan cara menempatkan pusat komputernya ditempat terpencil yang jauh dari kota dan jauh dari wilayah yang sensitive terhadap bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan badai.

Pengendalian Formal
Pengendalian formal mencakup penentuan cara berperilaku, dokumentasi prosedur dan praktik yang diharapkan, dan pengawasan serta pencegahanperilaku yang berbeda dari panduan yang berlaku. Pengendalian ini bersifat formal karena manajemen menghabiskan banyak waktu untuk menyusunnya, mendokumentasikannya dalam bentuk tulisan, dan diharapkan dapat berlaku dalam jangka panjang.

Pengendalian Informal
Pengendalian informal mencakup program-program pelatihan dan edukasi serta program pembangunan manajemen. Pengendalian ini ditujukan untuk menjaga agar para karyawan perusahaan memahami serta mendukung program keamanan tersebut.

Pentingnya Keamanan sistem
Sistem Informasi diperlukan karena:
1.    Teknologi Komunikasi Modern yang membawa beragam dinamika dari dunia nyata ke dunia virtual
2.    Kurangnya Keterampilan Pengamanan yang dimiliki oleh Pemakai
3.    Untuk menjaga objek kepemilikan dari informasi yang memiliki nilai ekonomis.

Dukungan Pemerintah Dan Industri
Beberapa organisasi pemerintah dan internasional telah menentukan standar-standar yang ditunjukan untuk menjadi panduan bagi organisasi yang ingin mendapatkan keamanan informasi.Beberapa standar ini berbentuk tolak ukur, yang telah diidentifikasisebelumnya sebagai penyedia strategi alternative untuk manajemen resiko. Beberapa pihak penentu standar menggunakan istilah baseline(dasar) dan bukannya benchmark (tolak ukur). Organisasi tidak diwajibkan mengikuti standar ini.Namun, standar ini ditunjukan untuk memberikan bantuan kepada perusahaan dalam menentukan tingkat target keamanan.

Manajemen Keberlangsungan Bisnis
Manajemen keberlangsungan bisnis (business continuity management-BCM) adalah aktivitas yang ditujukan untuk menentukan operasional setelah terjadi gangguan sistem informasi.
Subrencana yang umum mencakup:
-   Rencana darurat (emergency plan):  terdiri dari cara-cara yang akan menjaga keamanan karyawan jika bencana terjadi. Co: Alarm bencana, prosedur evakuasi
-    Rencana cadangan :  menyediakan fasilitas computer cadangan yang bisa dipergunakan apabila fasilitas computer yang biasa hancur atau rusak hingga tidak bisa digunakan.
-    Rencana catatan penting (vital records plan) : merupakan dokumen kertas, microform, dan media penyimpanan optis dan magnetis yang penting untuk meneruskan bisnis perusahaan.
Manajemen keberlangsungan bisnis merupakan salah satu bidang pengunaan komputer dimana kita dapat melihat perkembangan besar. Banyak upaya telah dilaksanakan untuk mengembangkan perencanaan kontijensi, dan banyak informasi serta bantuan telah tersedia. Tersedia pula rencana dalam paket sehingga perusahaan dapat mengadaptasinya ke dalam kebutuhan khususnya. Sistem komputer TAMP memasarakan sistem pemulihan bencana (disaster recovery system – DRS) yang mencakup sistem manajemen basis dasa, instruksi, dan perangkat yang dapat digunakan untuk mempersiapkan rencana pemulihan. Panduan dan garis besar tersedia bagi perusahaan untuk digunakan sebagai titik awal atau tolak ukur.


 Sumber : Buku MANAGEMENT INFORMATION SYSTEMS (SISTEM INFORMASI MANAJEMEN) RAYMOND McLEOD,Jr - GEORGE P. SCHELL

Rabu, 04 November 2015

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - BAB 8 - Informasi Dalam Praktik

Nama : Muhammad Lafasha Alfarisi
Kelas : 2 DB 04
Npm  : 37114396

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 1#

BAB 8 
INFORMASI DALAM PRAKTIK

 INFORMASI SEBAGAI SALAH SATU FAKTOR PENTING PENENTU KEBERHASILAN
       Pada tahun 1961, D.Ronald Daniel dari McKinsey & Company, salah satu perusahaan konsulian terbesar di Amerika, memperkenalkan istilah critical success factor(CSF) atau faktor penting penentu keberhasilan. Ia mengungkapkan bahwa terdapat beberapa aktivitas penting yang akan menentukan keberhasilan atau kegagalan bagi semua jenis organisasi. Ketika manajemen sebuah perusahaan menjalankan konsep CSF mereka akan memusatkan perhatian pada pengedintifikasian CSF dan kemudian memonitor sampai seberapa jauh mereka telah mencapainya.


SISTEM PEMROSESAN TRANSAKSI
      Sistem pemrosesan transaksi digunakan untuk menjelaskan sistem informasi yang mengumpulkan data yang menguraikan  aktivitas perusahaan, mengubah data menjadi informasi, dan menyediakan informasi tersebut bagi para pengguna yang terdapat didalam maupun diluar perusahaan.
     Sistem pemrosesan transaksi adalah satu-satunya sistem informasi yang memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan informasi diluar perusahaan.
  SISTEM INFORMASI ORGANISASI 
     Area-area bisnis perusahaan yaitu keuangan, sumber daya manusia, layanan informasi, manufaktur, dan pemasaran menggunakan basis data yang di produksi oleh sistem pemrosesan transaksi, ditambah data dari sumber-sumber yang lain, untuk menghasilkan informasi yang digunakan oleh para manajer dalam pengambilan keputusan dan memecahkan masalah.
 
 - Sistem Informasi Pemasaran

      Sistem informasi pemasaran (marketing informasi system- MKIS) memberikan informasi yang berhubungan dengan aktivitas pemasaran perusahaan.  

   Subsistem output
      Setiap subsistem output memberikan informasi mengenal mengenal unsur - unsur penting di dalam bauran pemasaran. Bauran pemasaran terdiri atas empat unsur utama yang dikelola oleh manajemen agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan mendapat keuntungan. Subsistem produk (product subsystem) memberikan informasi mngenai produk - produk perusahaan. Subsistem lokasi (place subsystem) memberikan informasi mengenai jaringan distribusi perusahaan Subsistem promosi (promotion subsystem) memberikan informasi mengenai iklan dan aktivitas penjualan pribadi perusahaan. Subsistem harga (price subsystem) membantu manajer mengambil keputusan harga.

    Basis Data
      Data yang digunakan oleh subsitem output berasal dari basis data. basis data di populasi dengan data yang berasal dari tiga subsistem input.

    Subsistem Input
Mengumpulkan data dari sumber - sumber internal dan lingkungan lalu memasukannya ke dalam basis data.
 

 - Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Sistem informasi sumber daya manusia (human resources information subsystem-HRIS) memberikan informasi kepada seluruh manajer perusahaan yang berkaitan dengan sumber daya manusia perusahaan.

 - Sistem Informasi Manufaktur

Sistem informasi manufaktur (manufacturing information system) memberikan informasi kepada seluruh manajer perusahaan yang berkaitan dengan operasi manufaktur perusahaan.

 - Sistem Informasi Keuangan

Sistem informasi keuangan (financial information system) memberikan informasi kepada seluruh manajer perusahaan yang berkaitan dengan aktivitas keuangan perusahaan.

 - Sistem Informasi Eksekutif

Sistem informasi eksekutif (executive information system-EIS) adalah suatu sistem yang memberikan informasi kepada para manajer di tingkat yang lebih tinggi atas kinerja perusahaan secara keseluruhan.

 
 MANAJEMEN HUBUNGAN PELANGGAN
      Basis data yang kita masukkan dalam modek pemrosesan transaksi dan dalam model - model sistem informasi pemasaran, sumber daya manusia, manufaktur, dan keuangan dimaksudkan untuk mendukung para pengguna dalam mengerjakan aktivitas mereka sehari - hari. Dalam merancang basis data-basis data ini, dilakukan upaya untuk memberikan data historis meskipun terbatas. Sebagai contoh seorang manajer SDM yang sedang meninjau pekerjaan lembur seorang karyawan ingin mengetahui pendapatan karyawan tersebut sampai dengan tahun ini.


DATA WAREHOUSING 
    Seperti yang dapat anda bayangkan, seiring dengan terakumulasinya data transaksi selama bertahun - tahun, maka volume data akan menjadi sangat besar. Hanya dalam waktu belakangan ini saja teknologi komputer mampu mendukung suatu sistem dengan permintaan data berskala besar seperti itu. Kini dimungkinkan untuk membangun suatu sistem dengan kapasitas data yang hampir tak terbatas.
 
 PENYAMPAIAN INFORMASI
       Unsur terakhir dalam sistem data warehousing adalah sistem penyampaian informasi, yang mendapatkan data dari tempat penyampaian data, mengubahnya menjadi informasi, dan menjadikan informasi tersebut tersedia bagi para pengguna. Informasi dapat diberikan dalam bentuk terinci atau dalam berbagai tingkat ringkasan. Pengguna dapat melakukan navigasi di dalam tempat penyimpanan data untuk memperoleh ringkasan informasi, informasi terinci, dan data terinci.

OLAP
     Olap adalah peranti lunak yang secara khusus telah dikembangkan untuk data warehouse. Olap memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan data warehouse melalui GUI ataupun antarmuka Web dan dengan cepat memperoleh informasi dalam berbagai jenis format, termasuk grafik. 

DATA MINING
      Istilah yang sering kali dipergunakan sehubungan dengan data warehousing dan data mart adalah data mining (penambangan data). Data mining adalah proses menemukan hubungan dalam data yang tidak diketahui oleh pengguna . Proses ini sama seperti seorang penambang yang mencari emas di aliran sungai pegunungan. Data mining membantu pengguna dengan menemukan hubungan dan menyajikannya dengan cara yang dapat di pahami sehingga hubungan tersebut dapat menjadi dasar pengambilan keputusan.
 Sumber : Buku MANAGEMENT INFORMATION SYSTEMS (SISTEM INFORMASI MANAJEMEN) RAYMOND McLEOD,Jr - GEORGE P. SCHELL

Rabu, 21 Oktober 2015

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - BAB 7 - PENGEMBANGAN SISTEM

Nama : Muhammad Lafasha Alfarisi
Kelas : 2 DB 04
Npm  : 37114396

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 1#


BAB 7 Pengembangan Sistem

Pendekatan Sistem
    Pencarian asal muasal proses pemecahan masalah secara sistematis mengarah pada John Dewey, seorang profesor ilmu filosofi di Columbia University. Dalam sebuah buku di tahun 1910, Dewey mengidentifikasi kan tiga rangkaian pertimbangan yang terlihat dalam pemecahan sebuah kontroversi scara memadai.
1. Mengenali kontroversi.
2. Mempertimbangkan klaim - klaim alternatif
3. Membentuk suatu pertimbangan.

Dewey tidak mempergunakan istilah pendekatan sistem, namun ia menyadari adanya sifat berurutan dari pemecahan masalah - mengidentifikasi suatu masalah, mempertimbangkan berbagai cara untuk memecahkannya, dan terakhir memilih solusi yang terlihat paling baik. 

Urutan Langkah:

  Upaya Persiapan 
- Langkah 1 – Melihat Perusahaan sebagai Suatu Sistem Dapat terlaksana dengan menggunakan      model sistem umum sebagai pola.
- Langkah 2 – Mengenal Sistem Lingkungan Ada 8 unsur lingkungan dapat memberikan suatu cara yang efektif dalam memosisikan perusahaan sebagai seuatu sistem dalam lingkungannya.
- Langkah 3 – Mengidentifikasi Subsistem Perusahaan Bentuk termudah yang dapat dilihat manajer adalah area-area bisnis. Manajer juga dapat melihat tingkat-tingkat manajemen sebagai subsistem. Manajer dapat menggunakan arus sumber daya sebagai dasar untuk membagi perusahaan menjadi subsistem-subsistem.
2.      Upaya Definisi
Dipicu oleh suatu pemicu masalah (problem trigger) – suatu sinyal yang menandakan bahwa keadaan berjalan baik atau lebih buruk dari yang telah direncanakan. Gejala (symptom) adalah suatu kondisi yang ditimbulkan oleh masalah dan biasanya lebih jelas daripada akar masalah tersebut.
Masalah adalah suatu kondisi atau kejadian yang merugikan atau berpotensi merugikan atau menguntungkan atau berpotensi menguntungkan bagi perusahaan. Pernyataan ini mengakui bahwa manajer akan bereaksi atas keadaan yang berjalan lebih baik dari yang diharapkan, begitu pula sebaliknya. 
- Langkah 4 – Melanjutkan dari Tingkat Sistem ke Tingkat Subsistem
Tujuan dari analisis dari atas ke bawah ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat sistem di mana terdapat penyebab terjadinya masalah.
- Langkah 5 – Menganalisis Bagian-Bagian Sistem dalam Urut-Urutan Tertentu
Unsur-Unsur sistem juga harus dianalisis secara berurutan:
1)      Unsur 1 – Mengevaluasi Standar
Biasanya dinyatakan dalam bentuk rencana, anggaran dan kuota.
2)      Unsur 2 – Membandingkan Output Sistem dengan Standar
Jika sistem memenuhi standar, tidak perlu meneruskan dengan pendekatan sistem atas pemecahan masalah pada tingkat sistem tertentu ini.
3)      Unsur 3 – Mengevaluasi Manajemen
Diberikan satu penilaian kritis atas manajemen dan struktur organisasi sistem.
4)      Unsur 4 – Mengevaluasi Prosesor Informasi
Ada kemungkinan tim manajemen yang baik, namun tim tersebut tidak mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
5)      Unsur 5 – Mengevaluasi Input dan Sumber Daya Input
Ketika analisis ditingkat ini tercapai, sistem konseptual tidak lagi menjadi masalah, dan masalah terdapat pada sistem fisik. Maka analisis akan dilakukan oleh sumber daya fisik di dalam unsur input dari sistem maupun sumber daya yang mengalir dari lingkungan melalui unsur tersebut.
3.      Upaya Solusi
- Langkah 6 – Mengidentifikasikan Solusi-Solusi Alternatif
Manajer mengidentifikasi cara-cara yang berbeda untuk memecahkan masalah yang sama.
- Langkah 7 – Mengevaluasi Solusi-Solusi Alternatif
Semua alternative harus dievaluasi dengan kriteria evaluasi yang sama, yang mengukur seberapa baik satu alternatif  akan memecahkan masalah.
- Langkah 8 -  Memilih Solusi yang Terbaik
Menurut Henry Mintzberg ada 3 cara yang dilakukan manajer dalam memilih alternatif yang terbaik:
1)      Analisis, Evaluasi sistematis yang mempertimbangkan konsekuensinya pada sasaran organisasi.
2)      Pertimbangan, Proses mental seorang manajer.
3)      Tawar-Menawar, negosiasi di antara beberapa manajer.
- Langkah 9 – Mengimplementasikan Solusi
Solusi perlu diimplementasikan, karena masalah tidak akan terpecahkan hanya dengan memilih solusi terbaik.
- Langkah 10 – Menindaklanjuti untuk Memastikan Kefektifan Solusi Ketika solusi tidak mampu mencapai harapan, maka perlu melaksanakan kembali langkah-langkah pemecahan masalah.

  Siklus Hidup Pengembangan Sistem
    Pendekatan sistem merupakan sebuah metodologi. Metodologi adalah satu cara yang direkomendasikan dalam melakukan sesuatu. Pendekatan sistem adalah metodologi dasar dalam segala memecahkan jenis masalah. Sisklus hidup pengembangan sistem(Systems development life cycle - SDLC) adalah aplikasi dari pendekatan sistem bagi pengembangan suatu sistem informasi.

SDLC Tradisional
Tahapan-tahapan:
  • -Perencanaan
  • -Analisis                
  • -Desain
  • -Implementasi
  • -Penggunaan
     Pekerjaan-pekerjaan diatas mengikuti pola yang teratur dan dilaksanakan dengan cara dari atas ke bawah, SDLC tradisional sering kali disebut pendekatan air terjun (waterfall approach).

Prototyping 
   Meskipun sulit untuk membantah SLDC tradisional dengan diungkpkan tahapan - tahapan di atas secara logis, metode ini masih memiliki kelemahan. Seiring dengan brtambahnya ukuran dan kompleksitas suatu sistm, melewati tahapan - tahapan dengan sekali jalan menjadi suatu hal yang semakin tidak mungkin dilakukan. Prototipe (prototyping) adalah satu versi dari sebuah sistem potemsial yang memberikan ide bagi para pengembang dan calon pengguna. proses pembuatan prototipe ini disebut prototyping.

Jenis - jenis Prototipe
   Satu pertanyaan umum yang sering kali di tanyakan masyarakat ketika pertama kali mendengar tentang prototipe komputer adalah, "Apakah prototype akan menjadi sistem aktual nantinya?" Jawabannya adalah "tergantung".
Terdapat dua jenis prototipe: evolusioner dan persyaratan. Prototipe evolusioner (evolutionery prototype) terus-menerus disempurnakan sampai memiliki seluruh fungsionalitas yang dibutuhkan pengguna dari sistem yang baru. Prototipe ini kemudian dilanjutkan produksi. Ketika persyaratan ditentukan, prototipe persyaratan telah mencapai tujuannya dan proyek lain akan dimulai untuk pengembangan sistem baru. Oleh karena itu, suatu prototipe persyaratan tidak selalu menjadi sistem aktual. 


Pengembangan Prototipe Evolusioner
1. Mengidentifikasi kebutuhan pengguna. Pengembang mewawancarai pengguna untuk mendapatkan ide mengenai apa yang diminta dari sistem.
2. Membuat satu prototipe. Pengembang mempergunakan satu alat prototyping atau lebih untuk membuat prototipe. Contoh dari alat-alat prototyping adalah generator aplikasi terintegrasi dan toolkit protoryping. Generator aplikasi terintregasi (integrated application generator) adalah sistem peranti lunak siap pakai yang mampu membuat seluruh fitur yang diinginkan dari sistem baru - menu, laporan, tampilan, basis data dan seterusnya.

3. Menentukan apakah prototipe dapat diterima. Pengembang mendemonstrasikan prototipe kepada para pengguna untuk mengetahui apakah telah memberikan hasil yang memuaskan.

4.  Menggunakan prototipe. Prototipe menjadi sistem produksi

 
Daya Tarik Prototyping
Pengguna maupun pengembang menyukai prototyping karena alasan - alasan di bawah ini:

- Membaiknya komunikasi antara pengembang dan pengguna.
- Pengembang dapat melakukan pekerjaan yang lbih baik dalam menentukan kebutuhan pengguna.
- Pengguna memainkan peranan yang lebih aktif dalam pengembangan sistem.
- Implementasi menjadi jauh lebih mudah karena pengguna tahu apa yang di harapkannya.

Keuntungan - kuntungan di atas memungkinkan prototyping memangkas biaya pengembangan dan meningkatkan kepuasan pengguna atas sistem yang diserahkan.

 
Potensi Kesulitan dari Prototyping
  Prototyping bukannya tidak memiliki potensi kesulitan. kesulitam - kesulitan tersebut antara lain:

- Terburu-buru dalam menyerahkan prototipe dapat menyebabkan diambilnya jalan pintas dalam definisi masalah, evaluasi alternatif, dan dokumentasi.

- Pengguna dapat terlalu gembira dengan prototipe yang diberikan, yang mengarah pada
ekspetasi yang tidak realistis sehubungan dengan sistem produksi nantinya.

- Prototipe evolusioner bisa jadi tidak terlalu efisien.

Baik pengguna maupun pengembang hendaknya mewaspadai potensi kesulitan - kesulitan di atas ketika mereka memilih untuk melaksanakan pendekatan prototyping. Namun jika seimbang, prototyping telah terbukti menjadi salah satu metodologi SDLC.

 
Desain Ulang Proses Bisnis
  Teknologi Informasi mengalami kemajuan dengan sangat cepat, dan organisasi perlu mengambil keuntungan dari kemajuan - kemajuan ini. Sistem meliputi sistem - sistem yang memproses data perusahaan maupun sistem - sistem yang melakukan fungsi - fungsi dasar, seperti mengebor untuk mencari minyak dan memproduksi saru bagian manufaktur. Proses pengerjaan ulang sistem disebut dengan istilah rekayasa ulang (reengineering) atau disebut juga dengan istilah desain ulang proses bisnis (business process redesign - BPR) 


Input Pengestimasian Biaya
   Sebuah work breakdown structure (WBS) mengidentifikasikan aktivitas - aktivitas proyek yang akan membutuhkan sumber daya. Contoh WBS adalah grafik Gantt dan diagram jaringan. Kebutuhan sumber daya (resource requirement) mencantumkan sumber daya tertentu yang akan dibutuhkan dan berapa jumlahnya.


Output Pengestimasian Biaya
  Estimasi biaya dibuat untuk seluruh sumber daya yang dibebankan ke proyek dan biasanya dinyatakan dalam unit - unit keuangan yang berlaku, seperti Dolar atau Euro. Estimasi seperti ini dapat disempurnakan kembali selama proyek berlangsung untuk mencerminkan tambahan informasi seiring dengan semakin jelasnya proyek tersebut.


Sumber : Buku MANAGEMENT INFORMATION SYSTEMS (SISTEM INFORMASI MANAJEMEN) RAYMOND McLEOD,Jr - GEORGE P. SCHELL